Mencicipi Selat Solo Mbak Lies Yang Otentik : Perpaduan Keanggunan Eropa dan Cita Rasa Jawa

Kunjungan ke Solo tidak akan lengkap tanpa mencoba salah satu hidangan ikoniknya: Selat Solo. Sejak suapan pertama, rasanya benar-benar memanjakan lidah. Daging sapinya lembut dan gurih, dengan sentuhan manis khas Solo yang terasa menenangkan. Kuahnya ringan namun kaya rasa, menyegarkan sekaligus sangat memuaskan.


Sayur-sayurannya, seperti buncis dan wortel, dimasak dengan sangat pas—segar dan tetap renyah. Kentangnya lembut dan menyatu indah dengan kuahnya, sementara telur rebus, selada, dan keripik renyah menambah variasi tekstur. Ketika dinikmati bersama dalam satu suapan, setiap elemen berpadu harmonis, menciptakan keseimbangan rasa manis, gurih, dan segar yang membuat Selat Solo begitu istimewa.



Secara historis, Selat Solo merupakan hasil perpaduan budaya antara masakan Jawa dan Eropa pada masa kolonial Belanda. Terinspirasi dari hidangan Eropa seperti biefstuk atau steak, masyarakat lokal kemudian menyesuaikannya dengan selera Jawa—lebih ringan, lebih manis, dan disajikan dengan kuah yang menyegarkan. Itulah sebabnya banyak orang menyebutnya sebagai ‘steak Jawa’.

Bagi saya, mencicipi Selat Solo bukan sekadar menikmati sebuah hidangan—tetapi juga merasakan sepotong sejarah dan kearifan lokal yang tertangkap dalam setiap suapan. Hidangan ini terasa sederhana namun tetap elegan, membuktikan sekali lagi bahwa Solo memiliki cara unik untuk membuat orang jatuh cinta pada kekayaan kulinernya.

Salah satu tempat paling autentik untuk menikmati Selat Solo di kota ini adalah Warung Selat Mbak Lies. Kamu bisa menemukan lokasi tepatnya di Google Maps.Google Maps 



Suasana di Selat Solo Mba Lies ini sangat unik, original dan menarik , sangat berbeda dengan tempat makan lainnya. Untuk aku yang pertama kali berkunjung kesana rasanya senang sekali dapat pemandangan dan pengalaman yang berbeda.




Komentar