Mengunjungi Book of Kells di Trinity College Dublin itu salah satu pengalaman yang rasanya magis tapi nggak lebay. Kamu jalan santai melewati kampus bersejarah di pusat Dublin, masuk ke perpustakaan tua, lalu tiba-tiba berdiri berhadapan dengan sebuah buku yang usianya lebih dari seribu tahun dan anehnya, masih kelihatan cantik banget.
Hal yang paling aku suka, pengalaman di sini sama sekali nggak terasa kaku atau terlalu akademis. Iya, ini benda bersejarah dan super penting, tapi cara penyajiannya modern dan gampang dicerna. Area pameran barunya pakai visual, teks pendek, dan tampilan digital yang bikin ceritanya ngalir, bukan bikin pusing. Rasanya lebih kayak pengalaman budaya yang keren daripada “kunjungan museum yang serius”.
Sedikit cerita latar berdasarkan apa yang saya baca dari buku sejarah : Book of Kells adalah manuskrip iluminasi berisi empat Injil, yang diyakini dibuat oleh para biarawan sekitar akhir abad ke-8 atau awal abad ke-9. Detail ilustrasinya luar biasa pola kecil, simbol, dan warna-warna yang entah bagaimana bisa bertahan selama berabad-abad. Manuskrip ini akhirnya sampai di Trinity College dan dirawat di sana selama beberapa generasi. Menariknya, hanya beberapa halaman saja yang dipamerkan pada satu waktu demi menjaga kondisinya, dan justru itu bikin momen melihatnya terasa lebih spesial.
Soal aksesibilitas, tempat ini benar-benar patut diacungi jempol. Pengalaman Book of Kells ramah untuk pengguna kursi roda. Tersedia lift, dan stafnya ramah serta sigap membantu. Tinggal bilang saja saat datang, mereka dengan senang hati akan mengarahkan jalur yang paling nyaman dan mudah diakses. Area pameran barunya juga lega, enak buat bergerak, dan ada beberapa spot duduk kalau kamu butuh istirahat sebentar.
.png)
.png)






Komentar